Dasar Pengambilan Keputusan

Saturday, March 22, 2014
Posted by Unknown

Dasar Pengambilan Keputusan


Mata Kuliah Teori Organisasi Umum 2

Kelompok 3 :
2KA13


Erick Bashir
12112525
Kasman wicaksono
14112041
Maria Ulfa
14112431
Riri Rizabil
16112442
Rani Anggraeni
16112023
Rama Heriance
15112909


Kata Pengantar

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Dasar Pengambilan Keputusan”, suatu permasalahan yang selalu dialami setiap individu yang berada dalam organisasi maupun dalam perusahaan.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah pengambilan keputusan entah dalam individu maupun kelompok yang sangat diperlukan dan penting untuk mencapai suatu hasil yang maksimal.
Hal ini perlu kita pelajari dan kita pahami karena jika kita ingin terjun dalam dunia bisnis, kita tidak akan menjalankan suatu usaha itu sendiri, apalagi jika kita ingin berkecimpung dalam dunia corporation yang cukup besar. Masalah yang kita hadapi juga bukan yang kecil semata, bisa saja kita mendapatkan masalah yang kompleks dan membutuhkan berbagai pihak untuk memecahkannya, sehingga mendapatkan solusi yang efektif.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada pembaca dari hasil makalah ini. Karena itu kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Terimakasih

Depok, Maret 2014

Penyusun 


  

BAB I
PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
Pembuatan keputusan dalam organisasi menempati posisi strategis. Proses dan teknik pembuatan keputusan yang benar akan mengarahkan organisasi pada jalur yang tepat dalam mencapai tujuannya. Oleh karenanya pembuatan keputusan juga harus memperhatikan dimensi hubungan manusiawi. Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu masalah muncul karena keadaan sebenarnya berbeda dengan yang diharapkan. Dalam banyak hal, masalah mungkin adalah peluang yang tersembunyi. Proses penemuan masalah sering kali informal dan intuitif.

2.    Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah agar setiap pemimpin dalam organisasi bahkan setiap orang dapat mengetahui bagaimana cara mengambil keputusan yang baik dan tidak berselisih paham dengan pihak lain atau tidak merugikan pihak lain sehingga keputusan yang diambil akan menjadi efektif untuk kepentingan bersama.

3.    Rumusan Masalah
Dalam tulisan ini akan membahas tentang definisi dan dasar pengambilan keputusan, jenis-jenis keputusan organisasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan, serta implikasi manajerial yang berlaku dalam pengambilan keputusan




BAB II
PEMBAHASAN
1.     Definisi pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan merupakan proses fundamental di dalam organisasi dimana para manajer mengambil keputusan berdasarkan informasi (komunikasi) yang mereka terima melalui struktur organisasi dan perilaku para individu dan kelompok di dalamnya.
Pengambilan keputusan membedakan para manajer dari non manajer. Mutu keputusan yang di ambil juga menentukan keefektifan mereka sebagai manajer.
Keputusan dapat di klasifikasikan sebagai keputusan yang di program dan keputusan yang tidak di program tergantung terhadap jenis masalahnya. Kebanyakan keputusan yang di program harus diambil di tingkat pertama organisasi, sedangkan keputusan yang tidak di program sebagian besar harus di ambil oleh pimpinan teras.
Pengambilan keputusan tidak boleh dianggap sebagai tujuan, melainkan sebagai cara untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Keputusan merupakan tanggapan organisasi terhadap masalah.
2.     Jenis – jenis keputusan organisasi :
a.    Otoriter
Pembuatan keputusan secara otoriter berarti segala masalah yang timbul dalam organisasi semata-mata di putuskan oleh pimpinan. Cara otoriter lebih bersifat subjective, hanya dilihat dari segi kepentingan diri sendiri, menimbulkan suasana tertekan bagi para bawahan, tidak ada jalur penampungan ide bawahan, para bawahan biasanya apatis hanya menanti perintah.
b.    Demokratis
Segala masalah yang timbul dalam organisasi akan diputuskan bersama antara atasan dan bawahan. Dengan kata lain, segala keputusan yang ada akan di musyawarahkan dan mengambil solusi terbaik dari ide-ide yang ada.
c.    Liberal
Segala masalah yang timbul dalam organisasi diserahkan kepada para bawahan. Biasanya mengakibatkan kekacauan, kesimpangsiuran, tidak ada keselarasan karena tergantung dari masing – masing individu yang memiliki pikiran serta kepentingan berbeda-beda. Biasanya setiap individu mencari enaknya sendiri, kurang memperhatikan kepentingan keseluruhan.
3.     Dasar pengambilan keputusan
Sangat menarik dan menolong di dalam pembahasan mengenai teori pengambilan keputusan dengan memperhatikan organisasi, perorangan, dan kelompok yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam teori sistem.
Dalam teori ini, suatu sistem merupakan suatu set komponen yang tergabung bersama berdasarkan suatu bentuk hubungan tertentu. Komponen itu satu sama lain saling kait mengait dan membentuk suatu kesatuan yang utuh. Tingkah laku suatu sistem ditentukan oleh hubungan antar komponennya.
Suatu organisasi merupakan suatu contoh sistem tersebut yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Tingkah laku suatu organisasi, katakan suatu perusahaan, sangat tergantung pada tingkah laku komponen-komponennya dan ada hubungan dalam organisasi tersebut.
Sebagai contoh suatu perusahaan sebagai suatu organisasi akan mencapai suatu tujuan katakan jumlah penerimaan penjualan sebesar-besarnya (maksimum revenue). Setiap pimpinan sub-unit harus mengambil keputusan guna menunjang pencapaian tujuan tersebut. Informasi utama yang diperlukan ialah besarnya jumlah permintaan produk yang akan di produksi berdasarkan ramalan penjualan. Berdasarkan ramalan penjualan diwaktu yang akan datang, direktur produksi memutuskan memproduksi (melalui perencanaan) sejumlah yang diminta agar tidak terjadi produksi berlebih (over production) atau produksi rendah (under production). Setelah diketahui berapa jumlah produk yang harus diketahui berapa jumlah produk yang harus di produksi, dapat diputuskan dengan tepat berapa jumlah bahan mentah yang harus dibeli, berapa buah mesin di perlukan, berapa orang tenaga kerja yang harus ditambah (diputuskan oleh direktur personil), berapa jumlah dana yang dibutuhkan dan berapa yang harus di pinjam dari bank (diputuskan oleh direktur keuangan).
Jadi direktur produksi, personil, dan keuangan tidak boleh seenaknya membuat keputusan tentang berapa unit produk harus di produksi, berapa tenaga baru harus ditambah, dan berapa dana yang harus dipinjam dari bank. Semua keputusan yang dibuat oleh masing-masing kepala sub-unit harus terkait satu sama lain, agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Sistem itu terdiri dari beberapa tingkat (hirarki) yang berbeda. Pada hirarki yang paling bawah misalnya tingkatan seksi (sub-bagian), elemen-elemen pada sub-sistem tingkat bawah tersebut dapat dianggap sebagai suatu sistem yang berdiri sendiri. Misalnya : Desa merupakan hirarki yang terendah dari sistem pemerintahan. (perhatikan mulai dari Presiden sebagai kepala negara merupakan pimpinan tertinggi, kemudian Menteri, Gubernur, Bupati, Camat, dan Kepala Desa pimpinan terendah). Desa, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Negara, masing-masing mempunyai kepala yang bisa dianggap suatu sistem yang berdiri sendiri.
Dalam pengambilan keputusan, suatu desisi terdapat dalam suatu kerangka pikiran (framework of thought, mental environtment) dan kerangka daya upaya (framework of action, operational environtment).
Bagaimana struktur dan sistem daripada kerangka pengambilan keputusan tersebut tergantung dari :
a.      Posisi orang yang berwenang, berwajib, dan bertanggung jawab untuk mengambil desisi,
b.      Problema atau masalah yang dihadapi dan harus ditangani atau dipecahkan,
c.      Situasi dimana sipengambil desisi dan problema itu berada,
d.      Kondisi daripada si pengambil desisi, kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi problema tersebut,
e.      Tujuan yang harus dicapai dengan pengambilan keputusan tersebut.

4.     Faktor – faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan banyak di pengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku manusia. Pengambilan keputusan yang berbeda mungkin akan memilih alternative yang berbeda dalam situasi yang sama karena adanya perbedaan nilai persepsi dan kepribadian.
1.    Faktor manusia
Faktor terpenting dalam pengambilan keputusan adalah faktor manusia, baik sebagai pemimpin, staffer, pelaksana, maupun pemakaian hasil (langganan, dan sebagainya).
Masalahnya adalah bahwa didalam kehidupan masyarakat dan organisasi modern diperlukan orang-orang yang sudah mampu menentukan sendiri apa yang harus di perbuat di dalam rangka kewajiban yang dia punyai dengan kata lain, makin pelik masalah yang dihadapi, makin diperlukan manusia yang maju dan modern untuk menanganinya. Manusia yang demikian itu adalah hasil pendidikan dan kesempatan untuk memperoleh pengalaman.
2.    Lingkungan
Pengambilan keputusan harus menghadapi 3 macam lingkungan. Dalam tiap lingkungan, pengetahuan tentang unsur mutlaknya berbeda.
a.    Pengambilan keputusan dalam kondisi yang pasti
Dalam lingkungan ini hanya ada 1 unsur mutlak yaitu, ada kepastian tentang masa depan. Lingkungan ini jarang terjadi, dan biasanya berhubungan dengan keputusan yang sangat rutin, melibatkan soal-soal yang sama dari waktu ke waktu. Tapi dalam situasi seperti itupun, masa depan tetap saja tidak dapat dipastikan secara sempurna.
b.    Pengambilan keputusan dalam kondisi ketidak pastian
Disini ada lebih dari 1 keadaan unsur mutlak, dan pengambilan keputusan tidak mempunya pengetahuan memadai mengenainya, bahkan untuk menentukan probabilitasnya sekalipun.
Dalam situasi ini ada 4 kriteria yang dapat digunakan untuk membuat keputusan, yaitu :
Ø  Kriteria maximax
Memilih alternative keputusan yang akan memaksimalkan hasil.
Ø  Kriteria maximin
Untuk memaximumkan hasil minimum, maka kita harus memilih yang terbaik dari hasil-hasil buruk
Ø  Kriteria realism
Kriteria batas tengah antara maximax dan maximin yaitu antar optimis dan pesimis. Jadi kita harus memilih suatu keputusan yang realistis antara 2 hal tersebut. Mana yang lebih baik untuk kita ambil, ditinjau dari baik buruknya, berhasil atau gagalnya, serta keuntungan dan kerugiannya.
c.    Pengambilan keputusan dalam kondisi penuh resiko
Dalam situasi ini ada lebih dari 1 unsur mutlak, tetapi pengambilan keputusan mempunya informasi yang akan membantu penentuan nilai probabilitas untuk masing-masing peristiwa mendatang.
3.    Posisi
Setiap orang, terlebih dalam masyarakat yang sudah maju, berada di dalam posisi atau kedudukan yang berubah-udah, satu sama lain tergantung dari apa atau siapa yang dia hadapi pada waktu itu.
Jadi, posisi kita selalu di tentukan oleh apa dan atau siapa yang kita hadapi.
Apa, siapa, itu merupakan bagian daripada lingkungan dimana kita berada pada suatu ketika.
Oleh karena itu, maka dapat pula dikatakan, bahwa posisi atau kedudukan seseorang itu selalu di tentukan oleh lingkungannya.
Hal tersebut perlu di sadari sepenuhnya oleh setiap orang yang menghadapi masalah pengambilan keputusan, jangan sampai salah tanggap dan salah berfikir. Oleh sebab orang yang terbiasa berkuasa dengan pangkat dan jabatan yang tertentu mempunya kecenderungan untuk membawa kebiasaan posisional itu kemana-mana, sehingga dapat menjadi tertawaan orang atau pertanyaan pihak-pihak yang tidak mau menerimanya.
Sebaliknya, adapula orang yang terbiasa menjadi bawahan yang tertekan, pada waktu berada didalam posisi untuk mengambil keputusan tidak berani berbuat apa-apa.
4.    Problema
Masalah adalah apa yang menjadi penghalang untuk mencapainya tujuan yang merupakan penyimpangan dari apa yang diharapkan, direncanakan, atau dikehendaki.
Problema tidak selalu dapat dikenali dengan segera. Ada yang memerlukan analisa, ada pula yang bahkan memerlukan riset tersendiri.
5.    Situasi
Situasi berada didalam keadaan pada umumnya, baik yang relevan (ada hubungan dengan kita beserta permasalahan) maupun yang tidak relevan.
Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
Faktor-faktor tersebut ada yang konstan, tidak berubah-ubah, namun sebagian besar terdiri atas faktor-faktor variable yang tidak tetap keadaannya.
Diantara variable-variable itu ada yang dapat di perhitungkan, bahkan dapat dikendalikan, namun ada pula yang sama sekali diluar kekuasaan manusia untuk mengaturnya, misalnya : curah hujan, banjir, gempa bumi.
6.    Kondisi
Adalah keseluruhan daripada faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat, atau kemampuan kita.
Sebagian terbesar daripada faktor-faktor tersebut merupakan sumber-sumber daya atau resources.
Sumber-sumber daya itu, bahkan kondisi secara keseluruhan harus dikendalikan melalui management yang setepat-tepatnya.
Sebaliknya, sumber-sumber daya itu menentukan daya management kita, daya kita untuk merencanakan dan melakukan sesuatu serta mencapainya secara efektif.
7.    Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan individu, tujuan unit(kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha pada umumnya telah ditentukan sebelumnya.
Tujuan yang ditentukan dalam mengambil desisi adalah tujuan antara atau prapta atau objective.

Dalam kondisi serba pasti, mudah untuk menganalisis situasi dan membuat keputusan yang baik. Sebab kepastian melibatkan hanya 1 unsur mutlak sehingga pengambilan keputusan cukup mengambil hasil terbaik dalam 1 baris dan memilih alternative yang berkaitan dengan hasil tersebut.
Pada sebagian besar organisasi, kebanyakan pengambilan keputusan dilakukan melalui panitia, tim, satuan tugas, dan bentuk kelompok lainnya. Ini karena para manajer sering kali menghadapi situasi dimana mereka harus mencari dan mengkombinasikan pertimbangan dalam pertemuan kelompok. Hal ini terutama berlaku bagi masalah-masalah yang tidak di program, yang merupakan hal baru, dan sangat tidak pasti hasilnya. Pada kebanyakan organisasi, jarang ditemukan keputusan atas masalah semacam itu diambil oleh satu individu secara regular. Dengan semakin rumitnya masalah yang dihadapi perusahaan diperlukan pengetahuan khusus dalam banyak bidang, yang biasanya tidak dimiliki oleh satu orang. Persyaratan ini, ditambah dengan pernyataan bahwa keputusan oleh banyak unit diseluruh organisasi telah meningkatkan penerapan pendekatan kolektif dalam proses pengambilan keputusan. Bagi kebanyakan manajer, akibatnya adalah banyaknya waktu yang terbuang dalam berbagai rapat panitia dan pertemuan kelompok lainnya. Penelitian menunjukan bahwa banyak manajer yang menghabiskan 80% dari waktunya untuk menghadiri rapat panitia.
Contoh pengambilan keputusan oleh kelompok di sebuah perusahaan pengecer besar
Pengecer terkemuka J.C. Penney Company menerapkan pengambilan keputusan oleh kelompok ditingkat atas perusahaan. Sebuah panitia yang terdiri atas 14 manajer teras berdiskusi dan mengambil keputusan bagi berbagai masalah penting seperti perencanaan, seleksi manajerial, seleksi barang dagangan, dan hubungan masyarakat.
Para eksekutif di Penney percaya bahwa ada beberapa resiko dalam pengambilan keputusan oleh kelompok. Proses pengambilan keputusan oleh kelompok tersebut memerlukan waktu lebih lama, menyita waktu eksekutif, dan seringkali menghasilkan kompromi yang kurang sempurna. Para eksekutif juga percaya bahwa proses tadi dapat memecahkan berbagai masalah yang sangat sulit seperti bagaimana cara mengalokasi biaya di antara berbagai divisi, apa alternatif bauran yang harus dilakukan, dan bagaimana menggaji pimpinan di kantor pusat.
Pengambilan keputusan oleh kelompok juga dihargai karena dapat memperbaiki gambaran keuntungan perusahaan, melaksanakan pemakaian komputer secara cepat, dan mengurangi posisi staff yang berlebihan. Akhirnya, sediaan margin keuntungan, dan entusiasme menjadi lebih baik sebagai hasil pendekatan pengambilan keputusan oleh kelompok.
Pimpinan berharap dapat meneruskan penerapan pengambilan keputusan oleh kelompok. Semua keputusan penting sekarang diambil melalui panitia pimpinan. Nampaknya, di perusahaan J.C. Penney, “14 kepala lebih baik daripada 1 kepala”. **
5.     Implikasi manajerial dalam pengambilan keputusan
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan prodiktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumberdaya yang ada. Dalam pengambilan keputusan, implikasi dapat dilakukan dengan cara :
1.    Brainstorming
Meningkatkan kreativitas dengan mendorong pengungkapan melalui diskusi yang tidak mengkritik.
2.    Proses Delphi
Meningkatkan kreatifitas dengan pertimbangan yang diajukan secara anonim atas gagasan guna mencapai keputusan konsensus.
3.    Teknik kelompok nominal
Meningkatkan kreatifitas dengan mengumpulkan orang bersama-sama dalam sebuah pertemuan yang sangat terstruktur yang tidak memperkenankan adanya banyak komunikasi verbal. Keputusan kelompok merupakan hasil pemungutan suara anggota yang dilakukan secara matematis.
Daftar Pustaka
Teknik Pengambilan Keputusan, Johannes Supranto, MA. Penerbit Rineka Cipta
Pengambilan Keputusan Secara Kuantitatif (Quantitative Approaches to Management), Richard I.Levin, David S. Rubin, Joel P. Stinson, Everette S. Gardner. Jr. RAJAWALI PERS Jakarta.
Organisasi Jilid 2, Gibson Ivancevich Donnelly, Penerbit Erlangga
Beberapa Pandangan Umum Tentang Pengambilan Keputusan (Decisions Making), Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo
Perilaku Organisasi Edisi Kedelapan, Stephen P. Robbins, PT. Prenhallindo, Jakarta.

ORGANISASI-ORGANISASI DI SEKITAR SAYA

Friday, March 21, 2014
Posted by Unknown
Tag :
                Organisasi yang ada di sekitar kita , sebenernya banyak banget macam-macamnya tapi masa iya ane harus sebutin semua yang ada nanti gak dibaca-baca sama bloger" lainnya gara-gara kepanjangan artikelnya hehhe. Oke deh ane sebutin contoh gampangnya.
Organisasi yang ada di Sekolah
          Apakah sekolah kalian termasuk sebuah organisasi ?
          Di sekolah ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah,Bendahara, dan lain-lain.Mereka semua memiliki peran dalam organisasi sekolah.Adapun peran kalian sebagai warga sekolah atau murid.
          Selain sebgai sebuah organisasi, sekolah juga terdiri atas organissi-organisasi yang lain Pramuka, koperasi sekolah, UKS , dan lain sebagainya.
Pramuka
          Salah satu organisasi di sekolah yang menyenangkan adalah Pramuka. Selain  menyenangkan, Pramuka juga banyak manfaatnya. Apakah kalian juga menjadi
Pramuka ?
              Pesantren Kilat , merupakan suatu kegiatan yang dilakuka oleh kalangan pelajar biasanya ini di lakukan di bulan Suci Ramadhan, hal ini sudah tidak asing lagi bagi orang muslim.Sebenernya sih ane gak tau panitia Pesantren Kilat itu termasuk Organisasi atau bukan , yaudah kalu gitu kita cari tau arti Organisasi terlebih dahulu sebelum menyatakan pesantren kilat itu sebagai pesantren kilat atau bukan.
             Organisasi : Penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan, susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur menjadi sebuah gabungan keraja sama ( untuk mencapai tujuan tertentu ).
             Nah setelah membaca Arti dari Organisasi di atas, apakah anda sudah mendapatkan jawaban nya?
ok kalo menurut ane Pesantren Kilat itu merupakan suatu bentuk organisasi karena di dalamnya terbentuk Panitia Pelaksanaan nya, ada yang sebagai jadi Ketua Pelaksana , wakil , dan bagian bagian lainnya yang memiliki tugasnya masing-masing ane pernah di pilih sebagai dokumentasi acara pelaksaan tersebut , so ane punya pengalaman berorganisasi meskipun masih level bawah sih . Oleh karena itu terbentuknya panitia Pelaksanaan bertujuan untuk mensukseskan suatu acara tersebut yaitu Pesantren Kilat.

so apa pendapat kalian ? apakan Kepanitiaan Pesantren Kilat itu termasuk dalam kategori BerOrganisasi?
           

Membuat Jam Digital menggunakan Visual Basic 6

Saturday, November 30, 2013
Posted by Unknown
Tag :
Bagi ente-ente semua, khususnya yang pertama kali ingin belajar bahasa pemrograman Visual Basic 6. ane kasih tau nih source code cara untukmembuat Jam Digital dengan Visual Basic 6.
Langkah - langkahnya :
  •  1 buah form
  •  1 buah label
  • 1 buah timer
  • 1 command button
      Untuk Caption Label biarkan kosong, kemudian interval timernya isi dengan angka 1000, dan untuk Caption CommandButton di isi "Keluar" (tanpa tanda "). 



Berikut source codenya :

Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Timer1_Timer()
Label1.Caption = Time
End Sub

  
okay sekian dari poestingan ane semoga bermanfaat....
        Ternyata penemu musik adalah orang Islam, siapa sangka ternyata ilmuan islam lah yang menemukan tangga nada yang kini kita ketahui yang sampai sekarang berkembang dalam ragan genre yang ada  ok begini kisah nya sobat...


         Tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.

Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-André Villoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang Islam.

La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara notasi yang berasal dari Guido’s Hand dengan notasi berabjad Arab. La Borde sampai pada kesimpulan bahwa Guido’s Hand tidak lebih contekan Guido Arezzo dari sistem notasi yang ditemukan oleh sarjana Muslim.

“Secara fisik, tampilan solmisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiru oleh Guido Arezzo,” tulis La Borde. Ia kemudian membuat monograf yang menampilkan perbandingan yang kritis antara model solmisasi temuan ilmuwan Muslim dan solmisasi yang dibuat Guido Arezzo yang kemudian diakui sebagai notasi musik hingga kini.

Notasi Arab
Notasi Arab digunakan sejak abad ke-9, yaitu ketika ahli-ahli musik Muslim seperti Yunus Alkatib (765) dan Al-Khalil (791), peletak dasar sistem persajakan dan leksikografi Arab, yang diikuti oleh Al-Ma’mun (wafat 833) dan Ishaq Al-Mausili (wafat 850), memperkenalkan sistem notasi dalam bermusik dalam bukunya yang terkenal di Barat, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, selain Kitab Al-Mausiqul Kabir-nya Ibn Al-Farabi (872-950).

Temuan Al-Ma’mun dan Al-Mausili diteliti dan dikembangkan oleh Abu Yusuf bin Ishaq Al-Kindi (801-874), Yahya ibn Ali ibn Yahya (wafat 1048), Ahmad Ibn Muhammad As-Sarakhsi (wafat1286), Mansur Ibn Talha bin Tahir, Thabit ibn Qurra (wafat 1288), dan ilmuwan Muslim lainnya. Dominucus Gundissalinus (wafat 1151) dan The Count Souabe Hermanus Reichenau, dua ahli musik Barat, meneliti dan mengembangkan temuan Al-Kindi. Selain itu, teori-teori musik yang diciptakan Ibnu Sina dan Ibnu Rushd juga berpengaruh pada perkembangan musik Eropa sebagaimana teori-teori mereka dalam ilmu kedokteran.

Sebelum Guido Arezzo mengklaim notasi musik dengan Guido’s Hand-nya, teori musik telah berkembang pesat di Spanyol melalui Ziryab (789-857), pemusik andal dan ahli botani yang hijrah dari Baghdad, dan Ibn Firnas (wafat 888) yang memperkenal musik oriental kepada masyarakat Spanyol dan mengajarkannya untuk pertama kali di sekolah-sekolah di Andalusia.

Guido, Murid Constantine Afrika
Soriano, seorang peneliti musik asal Spanyol, mengungkapkan fakta tentang Guido Arezzo. Pemusik yang dianggap sebagai penemu notasi musik itu mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang memuat temuan-temuan di bidang musik oleh ilmuwan Muslim.

Hunke, peneliti lain, menulis bahwa notasi abjad Arab yang membentuk notasi musik ditulis dalam Catalogna pada abad ke-11 dan diterbitkan di Monte Cassino, sebuah daerah di Italia yang pernah dihuni oleh komunitas Muslim dan tempat yang pernah disinggahi Constantie Afrika, ilmuwan Muslim asal Tunisia yang masuk ke Italia melalui Salerno. Salah satu ilmu yang diajarkan oleh Constantine Afrika kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Salerno adalah musik. Semua terjemahan yang dilakukan Constantine Afrika terhadap buku-buku temuan ilmuwan Muslim memang menjadi acuan para pelajar Eropa.

Apalagi, Constantine juga membuka kesempatan kepada mereka untuk belajar ke Spanyol, yang ketika itu sedang diramaikan oleh kuliah musik dengan guru besar para ilmuwan/musikus Muslim seperti Ziryab dan Ibn Farnes. Banyak pelajar lulusan sekolah musik di Spanyol berasal dari Italia, salah satunya adalah Gerbert Aurillac (wafat 1003), yang kemudian dikenal sebagai peletak dasar musik di negara-negara Eropa dan melahirkan banyak pakar musik Barat.

SEJARAH FUTSAL

Friday, November 29, 2013
Posted by Unknown
Tag :
               Untuk olah raga ini tidak asing lagi bagi kaum peria yaitu FUTSAL, futsal hampir sama seperti soccer tapi ahanya pemainnya,lapangannya dan ukuran bola nya yang berbeda. mau tau labih lanjut sejarahnya oke anr kasih tau deh...

       Sejarah Futsal di dunia



                Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi ?Sepak Bola dalam Ruangan. Menurut FIFA, asal Mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina.

                Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsaldunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing Yaitu Negara Kanada dan Brasil.

           Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, Peraturan Futsaljuga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia.  
Di Italia, futsal telah mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia. Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London.Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin.

          Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984.
Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara.

           Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia. Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal.

Untuk postingan kali ini ane akan sharing kepada ente para pembaca bloger ane semuanya yaitu source code cara membuat kalkulator sederhana menggunakan Visual Basic 6.


Source Code :
Option Explicit

Private hasil As Double
Private Const opNol = 0
Private Const opTambah = 1
Private Const opKurang = 2
Private Const opKali = 3
Private Const opBagi = 4
Private operator As Integer
Private NilaiBAru As Boolean


Private Sub hapus()
Dim txt As String
Dim min_len As Integer
txt = txtDisplay.Text
If Left$(txt, 1) = "_" Then
min_len = 2
Else
min_len = 1
End If
If Len(txt) > min_len Then
txtDisplay.Text = Left$(txt, Len(txt) - 1)
Else
txtDisplay.Text = "0"
End If
End Sub


Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Command10Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command11PlusMinus_Click()
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = "-"
ElseIf Left$(Text1Display.Text, 1) = "-" Then
Text1Display.Text = Right$(Text1Display.Text, 2)
Else
Text1Display.Text = "-" & Text1Display.Text
End If
End Sub

Private Sub Command12Koma_Click()
If InStr(Text1Display.Text, ".") Then
Beep
Else
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = "."
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = Text1Display.Text & "."
End If
End If

End Sub

Private Sub Command13Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub

Private Sub Command14Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub

Private Sub Command15Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub

Private Sub Command16Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub

Private Sub Command17ClearEntry_Click()
Command17 ClearEntry = Clik
hasil = 0
operator = opNol
End Sub



Private Sub Command18Clear_Click()
Text1Display.Text = ""
End Sub

Private Sub Command19SamaDengan_Click()
Dim hasilbaru As Double
If Text1Display.Text = "" Then
hasilbaru = 0
Else
hasilbaru = CDbl(Text1Display.Text)
End If
Select Case operator
Case opNol
hasil = hasilbaru
Case opTambah
hasil = hasil + hasilbaru
Case opKurang
hasil = hasil - hasilbaru
Case opKali
hasil = hasil * hasilbaru
Case opBagi
'Tidak bisa dibagi nol
If hasilbaru = 0 Then
MsgBox "Tidak bisa dibagi 0", vbOKOnly + vbCritical, "Kalkulator Error"
Call Command18Clear_Click
Else
hasil = hasil / hasilbaru
End If
End Select
operator = opNol
NilaiBAru = True
Text1Display.Text = Format$(hasil)
End Sub

Private Sub Command1Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command2Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command3Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command4Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command5Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command6Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command7Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command8Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Command9Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub

Private Sub Form_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
txtdisplay_keyup KeyCode, Shift
End Sub

Private Sub Text1Display_Change()
Text1Display.SelStart = Len(Text1Display.Text)
End Sub

Private Sub Text1Display_GotFocus()
Text1Display_Change
End Sub

Private Sub Text1Display_KeyPress(KeyAscii As Integer)
Dim ch As String
ch = Chr$(KeyAscii)
Select Case ch
Case "0"
commandAngka_Click 0
Case "1"
commandAngka_Click 1
Case "2"
commandAngka_Click 2
Case "3"
commandAngka_Click 3
Case "4"
commandAngka_Click 4
Case "5"
commandAngka_Click 5
Case "6"
commandAngka_Click 6
Case "7"
commandAngka_Click 7
Case "8"
commandAngka_Click 8
Case "9"
commandAngka_Click 9
Case "*", "x", "X"
cmdOperator_Click opKali
Case "+"
cmdOperator_Click opTambah
Case vbCrLf, vbCr, "="
cmdSamaDengan_Click
Case "-"
cmdOperator_Click opKurang
Case "."
cmdKoma_Click
Case "/"
cmdOperator_Click opBagi
Case "C", "c"
cmdClearEntry_Click
End Select
KeyAscii = 0
End Sub

Private Sub Text1Display_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
Select Case KeyCode
Case vbKeyNumpad0
cmdAngka_Click 0
Case vbKeyNumpad1
cmdAngka_Click 1
Case vbKeyNumpad2
cmdAngka_Click 2
Case vbKeyNumpad3
cmdAngka_Click 3
Case vbKeyNumpad4
cmdAngka_Click 4
Case vbKeyNumpad5
cmdAngka_Click 5
Case vbKeyNumpad6
cmdAngka_Click 6
Case vbKeyNumpad7
cmdAngka_Click 7
Case vbKeyNumpad8
cmdAngka_Click 8
Case vbKeyNumpad9
cmdAngka_Click 9
Case vbKeyMultiply
cmdOperator_Click opKali
Case vbKeyAdd
cmdOperator_Click opTambah
Case vbKeySeparator
cmdSamaDengan_Click
Case vbKeySubtract
cmdOperator_Click opKurang
Case vbKeyDivide
cmdOperator_Click opBagi
Case vbKeyDecimal
cmdKoma_Click
Case vbKeyBack, vbKeyDelete
hapus
End Select
KeyCode = 0
End Sub
Welcome to My Blog

Greeting

WELLCOME TO MY PAGE

Gunadama University

Student Site

StaffSite

Library Gunadarma

Popular Post

My Song

Powered by Blogger.

- Copyright © Erick Bashir " SAYDRO " -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -