Dasar Pengambilan Keputusan
Mata Kuliah Teori Organisasi Umum 2
Kelompok 3 :
2KA13
|
Erick Bashir
|
12112525
|
|
Kasman wicaksono
|
14112041
|
|
Maria Ulfa
|
14112431
|
|
Riri Rizabil
|
16112442
|
|
Rani Anggraeni
|
16112023
|
|
Rama Heriance
|
15112909
|
Kata Pengantar
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang
Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan
sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Dasar Pengambilan
Keputusan”, suatu permasalahan yang selalu dialami setiap individu yang berada
dalam organisasi maupun dalam perusahaan.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah
pengambilan keputusan entah dalam individu maupun kelompok yang sangat
diperlukan dan penting untuk mencapai suatu hasil yang maksimal.
Hal ini perlu kita pelajari dan kita pahami karena jika kita
ingin terjun dalam dunia bisnis, kita tidak akan menjalankan suatu usaha itu
sendiri, apalagi jika kita ingin berkecimpung dalam dunia corporation yang
cukup besar. Masalah yang kita hadapi juga bukan yang kecil semata, bisa saja
kita mendapatkan masalah yang kompleks dan membutuhkan berbagai pihak untuk
memecahkannya, sehingga mendapatkan solusi yang efektif.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada pembaca
dari hasil makalah ini. Karena itu kami berharap semoga makalah ini dapat
menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Terimakasih
Depok, Maret 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Pembuatan keputusan dalam
organisasi menempati posisi strategis. Proses dan teknik pembuatan keputusan
yang benar akan mengarahkan organisasi pada jalur yang tepat dalam mencapai
tujuannya. Oleh karenanya pembuatan keputusan juga harus memperhatikan dimensi
hubungan manusiawi. Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu
masalah muncul karena keadaan sebenarnya berbeda dengan yang diharapkan. Dalam
banyak hal, masalah mungkin adalah peluang yang tersembunyi. Proses penemuan
masalah sering kali informal dan intuitif.
2. Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah agar setiap pemimpin dalam organisasi bahkan
setiap orang dapat mengetahui bagaimana cara mengambil keputusan yang baik dan
tidak berselisih paham dengan pihak lain atau tidak merugikan pihak lain
sehingga keputusan yang diambil akan menjadi efektif untuk kepentingan bersama.
3. Rumusan Masalah
Dalam tulisan ini akan membahas tentang definisi dan dasar pengambilan
keputusan, jenis-jenis keputusan organisasi, dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan, serta implikasi manajerial yang berlaku
dalam pengambilan keputusan
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Definisi pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan merupakan proses fundamental di
dalam organisasi dimana para manajer mengambil keputusan berdasarkan informasi
(komunikasi) yang mereka terima melalui struktur organisasi dan perilaku para
individu dan kelompok di dalamnya.
Pengambilan keputusan membedakan para manajer dari non
manajer. Mutu keputusan yang di ambil juga menentukan keefektifan mereka
sebagai manajer.
Keputusan dapat di klasifikasikan sebagai keputusan yang
di program dan keputusan yang tidak di program tergantung terhadap jenis
masalahnya. Kebanyakan keputusan yang di program harus diambil di tingkat
pertama organisasi, sedangkan keputusan yang tidak di program sebagian besar
harus di ambil oleh pimpinan teras.
Pengambilan keputusan tidak boleh dianggap sebagai
tujuan, melainkan sebagai cara untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Keputusan merupakan tanggapan organisasi terhadap masalah.
2.
Jenis – jenis keputusan organisasi :
a.
Otoriter
Pembuatan keputusan
secara otoriter berarti segala masalah yang timbul dalam organisasi semata-mata
di putuskan oleh pimpinan. Cara otoriter lebih bersifat subjective, hanya
dilihat dari segi kepentingan diri sendiri, menimbulkan suasana tertekan bagi
para bawahan, tidak ada jalur penampungan ide bawahan, para bawahan biasanya
apatis hanya menanti perintah.
b.
Demokratis
Segala masalah yang
timbul dalam organisasi akan diputuskan bersama antara atasan dan bawahan.
Dengan kata lain, segala keputusan yang ada akan di musyawarahkan dan mengambil
solusi terbaik dari ide-ide yang ada.
c.
Liberal
Segala masalah yang
timbul dalam organisasi diserahkan kepada para bawahan. Biasanya mengakibatkan
kekacauan, kesimpangsiuran, tidak ada keselarasan karena tergantung dari masing
– masing individu yang memiliki pikiran serta kepentingan berbeda-beda.
Biasanya setiap individu mencari enaknya sendiri, kurang memperhatikan
kepentingan keseluruhan.
3.
Dasar pengambilan keputusan
Sangat menarik dan menolong di dalam pembahasan mengenai
teori pengambilan keputusan dengan memperhatikan organisasi, perorangan, dan
kelompok yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam teori sistem.
Dalam teori ini, suatu sistem merupakan suatu set
komponen yang tergabung bersama berdasarkan suatu bentuk hubungan tertentu.
Komponen itu satu sama lain saling kait mengait dan membentuk suatu kesatuan
yang utuh. Tingkah laku suatu sistem ditentukan oleh hubungan antar
komponennya.
Suatu organisasi merupakan suatu contoh sistem tersebut
yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Tingkah laku suatu organisasi,
katakan suatu perusahaan, sangat tergantung pada tingkah laku
komponen-komponennya dan ada hubungan dalam organisasi tersebut.
Sebagai contoh suatu perusahaan sebagai suatu organisasi
akan mencapai suatu tujuan katakan jumlah penerimaan penjualan sebesar-besarnya
(maksimum revenue). Setiap pimpinan sub-unit harus mengambil keputusan guna
menunjang pencapaian tujuan tersebut. Informasi utama yang diperlukan ialah
besarnya jumlah permintaan produk yang akan di produksi berdasarkan ramalan
penjualan. Berdasarkan ramalan penjualan diwaktu yang akan datang, direktur
produksi memutuskan memproduksi (melalui perencanaan) sejumlah yang diminta
agar tidak terjadi produksi berlebih (over production) atau produksi rendah
(under production). Setelah diketahui berapa jumlah produk yang harus diketahui
berapa jumlah produk yang harus di produksi, dapat diputuskan dengan tepat
berapa jumlah bahan mentah yang harus dibeli, berapa buah mesin di perlukan,
berapa orang tenaga kerja yang harus ditambah (diputuskan oleh direktur
personil), berapa jumlah dana yang dibutuhkan dan berapa yang harus di pinjam
dari bank (diputuskan oleh direktur keuangan).
Jadi direktur produksi, personil, dan keuangan tidak
boleh seenaknya membuat keputusan tentang berapa unit produk harus di produksi,
berapa tenaga baru harus ditambah, dan berapa dana yang harus dipinjam dari
bank. Semua keputusan yang dibuat oleh masing-masing kepala sub-unit harus
terkait satu sama lain, agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Sistem itu terdiri dari beberapa tingkat (hirarki) yang
berbeda. Pada hirarki yang paling bawah misalnya tingkatan seksi (sub-bagian),
elemen-elemen pada sub-sistem tingkat bawah tersebut dapat dianggap sebagai
suatu sistem yang berdiri sendiri. Misalnya : Desa merupakan hirarki yang
terendah dari sistem pemerintahan. (perhatikan mulai dari Presiden sebagai
kepala negara merupakan pimpinan tertinggi, kemudian Menteri, Gubernur, Bupati,
Camat, dan Kepala Desa pimpinan terendah). Desa, Kecamatan, Kabupaten,
Propinsi, Negara, masing-masing mempunyai kepala yang bisa dianggap suatu
sistem yang berdiri sendiri.
Dalam pengambilan keputusan, suatu desisi terdapat dalam
suatu kerangka pikiran (framework of thought, mental environtment) dan kerangka
daya upaya (framework of action, operational environtment).
Bagaimana struktur dan sistem daripada kerangka
pengambilan keputusan tersebut tergantung dari :
a.
Posisi orang yang berwenang, berwajib, dan
bertanggung jawab untuk mengambil desisi,
b.
Problema atau masalah yang dihadapi dan harus
ditangani atau dipecahkan,
c.
Situasi dimana sipengambil desisi dan
problema itu berada,
d.
Kondisi daripada si pengambil desisi,
kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi problema tersebut,
e.
Tujuan yang harus dicapai dengan pengambilan
keputusan tersebut.
4.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pengambilan
keputusan
Proses pengambilan keputusan banyak di pengaruhi oleh
faktor lingkungan dan perilaku manusia. Pengambilan keputusan yang berbeda
mungkin akan memilih alternative yang berbeda dalam situasi yang sama karena
adanya perbedaan nilai persepsi dan kepribadian.
1.
Faktor manusia
Faktor
terpenting dalam pengambilan keputusan adalah faktor manusia, baik sebagai
pemimpin, staffer, pelaksana, maupun pemakaian hasil (langganan, dan
sebagainya).
Masalahnya
adalah bahwa didalam kehidupan masyarakat dan organisasi modern diperlukan
orang-orang yang sudah mampu menentukan sendiri apa yang harus di perbuat di
dalam rangka kewajiban yang dia punyai dengan kata lain, makin pelik masalah
yang dihadapi, makin diperlukan manusia yang maju dan modern untuk
menanganinya. Manusia yang demikian itu adalah hasil pendidikan dan kesempatan
untuk memperoleh pengalaman.
2.
Lingkungan
Pengambilan
keputusan harus menghadapi 3 macam lingkungan. Dalam tiap lingkungan,
pengetahuan tentang unsur mutlaknya berbeda.
a.
Pengambilan keputusan dalam kondisi yang
pasti
Dalam lingkungan ini
hanya ada 1 unsur mutlak yaitu, ada kepastian tentang masa depan. Lingkungan
ini jarang terjadi, dan biasanya berhubungan dengan keputusan yang sangat
rutin, melibatkan soal-soal yang sama dari waktu ke waktu. Tapi dalam situasi
seperti itupun, masa depan tetap saja tidak dapat dipastikan secara sempurna.
b.
Pengambilan keputusan dalam kondisi ketidak
pastian
Disini ada lebih dari
1 keadaan unsur mutlak, dan pengambilan keputusan tidak mempunya pengetahuan
memadai mengenainya, bahkan untuk menentukan probabilitasnya sekalipun.
Dalam situasi ini ada
4 kriteria yang dapat digunakan untuk membuat keputusan, yaitu :
Ø Kriteria
maximax
Memilih alternative keputusan yang
akan memaksimalkan hasil.
Ø Kriteria
maximin
Untuk memaximumkan hasil minimum, maka
kita harus memilih yang terbaik dari hasil-hasil buruk
Ø Kriteria
realism
Kriteria batas tengah antara maximax
dan maximin yaitu antar optimis dan pesimis. Jadi kita harus memilih suatu
keputusan yang realistis antara 2 hal tersebut. Mana yang lebih baik untuk kita
ambil, ditinjau dari baik buruknya, berhasil atau gagalnya, serta keuntungan
dan kerugiannya.
c.
Pengambilan keputusan dalam kondisi penuh
resiko
Dalam situasi ini ada
lebih dari 1 unsur mutlak, tetapi pengambilan keputusan mempunya informasi yang
akan membantu penentuan nilai probabilitas untuk masing-masing peristiwa
mendatang.
3.
Posisi
Setiap
orang, terlebih dalam masyarakat yang sudah maju, berada di dalam posisi atau
kedudukan yang berubah-udah, satu sama lain tergantung dari apa atau siapa yang
dia hadapi pada waktu itu.
Jadi,
posisi kita selalu di tentukan oleh apa dan atau siapa yang kita hadapi.
Apa,
siapa, itu merupakan bagian daripada lingkungan dimana kita berada pada suatu
ketika.
Oleh
karena itu, maka dapat pula dikatakan, bahwa posisi atau kedudukan seseorang
itu selalu di tentukan oleh lingkungannya.
Hal
tersebut perlu di sadari sepenuhnya oleh setiap orang yang menghadapi masalah
pengambilan keputusan, jangan sampai salah tanggap dan salah berfikir. Oleh
sebab orang yang terbiasa berkuasa dengan pangkat dan jabatan yang tertentu
mempunya kecenderungan untuk membawa kebiasaan posisional itu kemana-mana,
sehingga dapat menjadi tertawaan orang atau pertanyaan pihak-pihak yang tidak
mau menerimanya.
Sebaliknya,
adapula orang yang terbiasa menjadi bawahan yang tertekan, pada waktu berada
didalam posisi untuk mengambil keputusan tidak berani berbuat apa-apa.
4.
Problema
Masalah
adalah apa yang menjadi penghalang untuk mencapainya tujuan yang merupakan
penyimpangan dari apa yang diharapkan, direncanakan, atau dikehendaki.
Problema
tidak selalu dapat dikenali dengan segera. Ada yang memerlukan analisa, ada
pula yang bahkan memerlukan riset tersendiri.
5.
Situasi
Situasi
berada didalam keadaan pada umumnya, baik yang relevan (ada hubungan dengan
kita beserta permasalahan) maupun yang tidak relevan.
Situasi
adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain,
dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa
yang hendak kita perbuat.
Faktor-faktor
tersebut ada yang konstan, tidak berubah-ubah, namun sebagian besar terdiri
atas faktor-faktor variable yang tidak tetap keadaannya.
Diantara
variable-variable itu ada yang dapat di perhitungkan, bahkan dapat
dikendalikan, namun ada pula yang sama sekali diluar kekuasaan manusia untuk
mengaturnya, misalnya : curah hujan, banjir, gempa bumi.
6.
Kondisi
Adalah
keseluruhan daripada faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya
gerak, daya berbuat, atau kemampuan kita.
Sebagian
terbesar daripada faktor-faktor tersebut merupakan sumber-sumber daya atau
resources.
Sumber-sumber
daya itu, bahkan kondisi secara keseluruhan harus dikendalikan melalui
management yang setepat-tepatnya.
Sebaliknya,
sumber-sumber daya itu menentukan daya management kita, daya kita untuk
merencanakan dan melakukan sesuatu serta mencapainya secara efektif.
7.
Tujuan
Tujuan
yang hendak dicapai, baik tujuan individu, tujuan unit(kesatuan), tujuan
organisasi, maupun tujuan usaha pada umumnya telah ditentukan sebelumnya.
Tujuan
yang ditentukan dalam mengambil desisi adalah tujuan antara atau prapta atau
objective.
Dalam kondisi serba pasti, mudah untuk menganalisis
situasi dan membuat keputusan yang baik. Sebab kepastian melibatkan hanya 1
unsur mutlak sehingga pengambilan keputusan cukup mengambil hasil terbaik dalam
1 baris dan memilih alternative yang berkaitan dengan hasil tersebut.
Pada sebagian besar organisasi, kebanyakan pengambilan
keputusan dilakukan melalui panitia, tim, satuan tugas, dan bentuk kelompok
lainnya. Ini karena para manajer sering kali menghadapi situasi dimana mereka
harus mencari dan mengkombinasikan pertimbangan dalam pertemuan kelompok. Hal
ini terutama berlaku bagi masalah-masalah yang tidak di program, yang merupakan
hal baru, dan sangat tidak pasti hasilnya. Pada kebanyakan organisasi, jarang ditemukan
keputusan atas masalah semacam itu diambil oleh satu individu secara regular.
Dengan semakin rumitnya masalah yang dihadapi perusahaan diperlukan pengetahuan
khusus dalam banyak bidang, yang biasanya tidak dimiliki oleh satu orang.
Persyaratan ini, ditambah dengan pernyataan bahwa keputusan oleh banyak unit
diseluruh organisasi telah meningkatkan penerapan pendekatan kolektif dalam
proses pengambilan keputusan. Bagi kebanyakan manajer, akibatnya adalah
banyaknya waktu yang terbuang dalam berbagai rapat panitia dan pertemuan
kelompok lainnya. Penelitian menunjukan bahwa banyak manajer yang menghabiskan
80% dari waktunya untuk menghadiri rapat panitia.
Contoh pengambilan keputusan oleh kelompok di sebuah
perusahaan pengecer besar
Pengecer terkemuka J.C. Penney Company menerapkan
pengambilan keputusan oleh kelompok ditingkat atas perusahaan. Sebuah panitia
yang terdiri atas 14 manajer teras berdiskusi dan mengambil keputusan bagi
berbagai masalah penting seperti perencanaan, seleksi manajerial, seleksi barang
dagangan, dan hubungan masyarakat.
Para eksekutif di Penney percaya bahwa ada beberapa
resiko dalam pengambilan keputusan oleh kelompok. Proses pengambilan keputusan
oleh kelompok tersebut memerlukan waktu lebih lama, menyita waktu eksekutif,
dan seringkali menghasilkan kompromi yang kurang sempurna. Para eksekutif juga
percaya bahwa proses tadi dapat memecahkan berbagai masalah yang sangat sulit
seperti bagaimana cara mengalokasi biaya di antara berbagai divisi, apa
alternatif bauran yang harus dilakukan, dan bagaimana menggaji pimpinan di
kantor pusat.
Pengambilan keputusan oleh kelompok juga dihargai karena
dapat memperbaiki gambaran keuntungan perusahaan, melaksanakan pemakaian
komputer secara cepat, dan mengurangi posisi staff yang berlebihan. Akhirnya,
sediaan margin keuntungan, dan entusiasme menjadi lebih baik sebagai hasil
pendekatan pengambilan keputusan oleh kelompok.
Pimpinan berharap dapat meneruskan penerapan pengambilan
keputusan oleh kelompok. Semua keputusan penting sekarang diambil melalui
panitia pimpinan. Nampaknya, di perusahaan J.C. Penney, “14 kepala lebih baik
daripada 1 kepala”. **
5.
Implikasi manajerial dalam pengambilan
keputusan
Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan
prodiktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan
efektivitas dari sumberdaya yang ada. Dalam pengambilan keputusan, implikasi
dapat dilakukan dengan cara :
1.
Brainstorming
Meningkatkan
kreativitas dengan mendorong pengungkapan melalui diskusi yang tidak
mengkritik.
2.
Proses Delphi
Meningkatkan
kreatifitas dengan pertimbangan yang diajukan secara anonim atas gagasan guna
mencapai keputusan konsensus.
3.
Teknik kelompok nominal
Meningkatkan
kreatifitas dengan mengumpulkan orang bersama-sama dalam sebuah pertemuan yang
sangat terstruktur yang tidak memperkenankan adanya banyak komunikasi verbal.
Keputusan kelompok merupakan hasil pemungutan suara anggota yang dilakukan
secara matematis.
Daftar Pustaka
Teknik Pengambilan Keputusan, Johannes
Supranto, MA. Penerbit Rineka Cipta
Pengambilan Keputusan Secara Kuantitatif
(Quantitative Approaches to Management), Richard I.Levin,
David S. Rubin, Joel P. Stinson, Everette S. Gardner. Jr. RAJAWALI PERS
Jakarta.
Organisasi Jilid 2, Gibson Ivancevich
Donnelly, Penerbit Erlangga
Beberapa Pandangan Umum Tentang Pengambilan
Keputusan (Decisions Making), Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo
Perilaku Organisasi Edisi Kedelapan, Stephen P.
Robbins, PT. Prenhallindo, Jakarta.
Organisasi
yang ada di sekitar kita , sebenernya banyak banget macam-macamnya tapi masa
iya ane harus sebutin semua yang ada nanti gak dibaca-baca sama bloger"
lainnya gara-gara kepanjangan artikelnya hehhe. Oke deh ane sebutin contoh
gampangnya.
Organisasi
yang ada di Sekolah
Apakah sekolah kalian termasuk sebuah organisasi ?
Di sekolah ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah,Bendahara, dan lain-lain.Mereka semua memiliki peran dalam organisasi sekolah.Adapun peran kalian sebagai warga sekolah atau murid.
Selain sebgai sebuah organisasi, sekolah juga terdiri atas organissi-organisasi yang lain Pramuka, koperasi sekolah, UKS , dan lain sebagainya.
Di sekolah ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah,Bendahara, dan lain-lain.Mereka semua memiliki peran dalam organisasi sekolah.Adapun peran kalian sebagai warga sekolah atau murid.
Selain sebgai sebuah organisasi, sekolah juga terdiri atas organissi-organisasi yang lain Pramuka, koperasi sekolah, UKS , dan lain sebagainya.
Pramuka
Salah satu organisasi di sekolah yang menyenangkan adalah Pramuka. Selain menyenangkan, Pramuka juga banyak manfaatnya. Apakah kalian juga menjadi
Salah satu organisasi di sekolah yang menyenangkan adalah Pramuka. Selain menyenangkan, Pramuka juga banyak manfaatnya. Apakah kalian juga menjadi
Pramuka ?
Pesantren Kilat , merupakan suatu kegiatan yang dilakuka oleh kalangan pelajar biasanya ini di lakukan di bulan Suci Ramadhan, hal ini sudah tidak asing lagi bagi orang muslim.Sebenernya sih ane gak tau panitia Pesantren Kilat itu termasuk Organisasi atau bukan , yaudah kalu gitu kita cari tau arti Organisasi terlebih dahulu sebelum menyatakan pesantren kilat itu sebagai pesantren kilat atau bukan.
Organisasi : Penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan, susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur menjadi sebuah gabungan keraja sama ( untuk mencapai tujuan tertentu ).
Nah setelah membaca Arti dari Organisasi di atas, apakah anda sudah mendapatkan jawaban nya?
ok kalo menurut ane Pesantren Kilat itu merupakan suatu bentuk organisasi karena di dalamnya terbentuk Panitia Pelaksanaan nya, ada yang sebagai jadi Ketua Pelaksana , wakil , dan bagian bagian lainnya yang memiliki tugasnya masing-masing ane pernah di pilih sebagai dokumentasi acara pelaksaan tersebut , so ane punya pengalaman berorganisasi meskipun masih level bawah sih . Oleh karena itu terbentuknya panitia Pelaksanaan bertujuan untuk mensukseskan suatu acara tersebut yaitu Pesantren Kilat.
so apa pendapat kalian ? apakan Kepanitiaan Pesantren Kilat itu termasuk dalam kategori BerOrganisasi?
Organisasi : Penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan, susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur menjadi sebuah gabungan keraja sama ( untuk mencapai tujuan tertentu ).
Nah setelah membaca Arti dari Organisasi di atas, apakah anda sudah mendapatkan jawaban nya?
ok kalo menurut ane Pesantren Kilat itu merupakan suatu bentuk organisasi karena di dalamnya terbentuk Panitia Pelaksanaan nya, ada yang sebagai jadi Ketua Pelaksana , wakil , dan bagian bagian lainnya yang memiliki tugasnya masing-masing ane pernah di pilih sebagai dokumentasi acara pelaksaan tersebut , so ane punya pengalaman berorganisasi meskipun masih level bawah sih . Oleh karena itu terbentuknya panitia Pelaksanaan bertujuan untuk mensukseskan suatu acara tersebut yaitu Pesantren Kilat.
so apa pendapat kalian ? apakan Kepanitiaan Pesantren Kilat itu termasuk dalam kategori BerOrganisasi?
Membuat Jam Digital menggunakan Visual Basic 6
Saturday, November 30, 2013
Posted by Unknown
Tag :
Artikel
Bagi ente-ente semua, khususnya yang pertama kali ingin belajar bahasa pemrograman
Visual Basic 6. ane kasih tau nih source code cara untukmembuat Jam Digital dengan
Visual Basic 6.
Langkah - langkahnya :
- 1 buah form
- 1 buah label
- 1 buah timer
- 1 command button

Berikut source codenya :
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub
Private Sub Timer1_Timer()
Label1.Caption = Time
End Sub
End
End Sub
Private Sub Timer1_Timer()
Label1.Caption = Time
End Sub
okay sekian dari poestingan ane semoga bermanfaat....
Ternyata penemu musik adalah orang Islam, siapa sangka ternyata ilmuan islam lah yang menemukan tangga nada yang kini kita ketahui yang sampai sekarang berkembang dalam ragan genre yang ada ok begini kisah nya sobat...

Tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata
ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali
oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam
bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La
Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim.
Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam
abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab
ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang
entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.
Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-André Villoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang Islam.
La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara notasi yang berasal dari Guido’s Hand dengan notasi berabjad Arab. La Borde sampai pada kesimpulan bahwa Guido’s Hand tidak lebih contekan Guido Arezzo dari sistem notasi yang ditemukan oleh sarjana Muslim.
“Secara fisik, tampilan solmisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiru oleh Guido Arezzo,” tulis La Borde. Ia kemudian membuat monograf yang menampilkan perbandingan yang kritis antara model solmisasi temuan ilmuwan Muslim dan solmisasi yang dibuat Guido Arezzo yang kemudian diakui sebagai notasi musik hingga kini.
Notasi Arab
Notasi Arab digunakan sejak abad ke-9, yaitu ketika ahli-ahli musik Muslim seperti Yunus Alkatib (765) dan Al-Khalil (791), peletak dasar sistem persajakan dan leksikografi Arab, yang diikuti oleh Al-Ma’mun (wafat 833) dan Ishaq Al-Mausili (wafat 850), memperkenalkan sistem notasi dalam bermusik dalam bukunya yang terkenal di Barat, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, selain Kitab Al-Mausiqul Kabir-nya Ibn Al-Farabi (872-950).
Temuan Al-Ma’mun dan Al-Mausili diteliti dan dikembangkan oleh Abu Yusuf bin Ishaq Al-Kindi (801-874), Yahya ibn Ali ibn Yahya (wafat 1048), Ahmad Ibn Muhammad As-Sarakhsi (wafat1286), Mansur Ibn Talha bin Tahir, Thabit ibn Qurra (wafat 1288), dan ilmuwan Muslim lainnya. Dominucus Gundissalinus (wafat 1151) dan The Count Souabe Hermanus Reichenau, dua ahli musik Barat, meneliti dan mengembangkan temuan Al-Kindi. Selain itu, teori-teori musik yang diciptakan Ibnu Sina dan Ibnu Rushd juga berpengaruh pada perkembangan musik Eropa sebagaimana teori-teori mereka dalam ilmu kedokteran.
Sebelum Guido Arezzo mengklaim notasi musik dengan Guido’s Hand-nya, teori musik telah berkembang pesat di Spanyol melalui Ziryab (789-857), pemusik andal dan ahli botani yang hijrah dari Baghdad, dan Ibn Firnas (wafat 888) yang memperkenal musik oriental kepada masyarakat Spanyol dan mengajarkannya untuk pertama kali di sekolah-sekolah di Andalusia.
Guido, Murid Constantine Afrika
Soriano, seorang peneliti musik asal Spanyol, mengungkapkan fakta tentang Guido Arezzo. Pemusik yang dianggap sebagai penemu notasi musik itu mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang memuat temuan-temuan di bidang musik oleh ilmuwan Muslim.
Hunke, peneliti lain, menulis bahwa notasi abjad Arab yang membentuk notasi musik ditulis dalam Catalogna pada abad ke-11 dan diterbitkan di Monte Cassino, sebuah daerah di Italia yang pernah dihuni oleh komunitas Muslim dan tempat yang pernah disinggahi Constantie Afrika, ilmuwan Muslim asal Tunisia yang masuk ke Italia melalui Salerno. Salah satu ilmu yang diajarkan oleh Constantine Afrika kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Salerno adalah musik. Semua terjemahan yang dilakukan Constantine Afrika terhadap buku-buku temuan ilmuwan Muslim memang menjadi acuan para pelajar Eropa.
Apalagi, Constantine juga membuka kesempatan kepada mereka untuk belajar ke Spanyol, yang ketika itu sedang diramaikan oleh kuliah musik dengan guru besar para ilmuwan/musikus Muslim seperti Ziryab dan Ibn Farnes. Banyak pelajar lulusan sekolah musik di Spanyol berasal dari Italia, salah satunya adalah Gerbert Aurillac (wafat 1003), yang kemudian dikenal sebagai peletak dasar musik di negara-negara Eropa dan melahirkan banyak pakar musik Barat.
Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-André Villoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang Islam.
La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara notasi yang berasal dari Guido’s Hand dengan notasi berabjad Arab. La Borde sampai pada kesimpulan bahwa Guido’s Hand tidak lebih contekan Guido Arezzo dari sistem notasi yang ditemukan oleh sarjana Muslim.
“Secara fisik, tampilan solmisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiru oleh Guido Arezzo,” tulis La Borde. Ia kemudian membuat monograf yang menampilkan perbandingan yang kritis antara model solmisasi temuan ilmuwan Muslim dan solmisasi yang dibuat Guido Arezzo yang kemudian diakui sebagai notasi musik hingga kini.
Notasi Arab
Notasi Arab digunakan sejak abad ke-9, yaitu ketika ahli-ahli musik Muslim seperti Yunus Alkatib (765) dan Al-Khalil (791), peletak dasar sistem persajakan dan leksikografi Arab, yang diikuti oleh Al-Ma’mun (wafat 833) dan Ishaq Al-Mausili (wafat 850), memperkenalkan sistem notasi dalam bermusik dalam bukunya yang terkenal di Barat, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, selain Kitab Al-Mausiqul Kabir-nya Ibn Al-Farabi (872-950).
Temuan Al-Ma’mun dan Al-Mausili diteliti dan dikembangkan oleh Abu Yusuf bin Ishaq Al-Kindi (801-874), Yahya ibn Ali ibn Yahya (wafat 1048), Ahmad Ibn Muhammad As-Sarakhsi (wafat1286), Mansur Ibn Talha bin Tahir, Thabit ibn Qurra (wafat 1288), dan ilmuwan Muslim lainnya. Dominucus Gundissalinus (wafat 1151) dan The Count Souabe Hermanus Reichenau, dua ahli musik Barat, meneliti dan mengembangkan temuan Al-Kindi. Selain itu, teori-teori musik yang diciptakan Ibnu Sina dan Ibnu Rushd juga berpengaruh pada perkembangan musik Eropa sebagaimana teori-teori mereka dalam ilmu kedokteran.
Sebelum Guido Arezzo mengklaim notasi musik dengan Guido’s Hand-nya, teori musik telah berkembang pesat di Spanyol melalui Ziryab (789-857), pemusik andal dan ahli botani yang hijrah dari Baghdad, dan Ibn Firnas (wafat 888) yang memperkenal musik oriental kepada masyarakat Spanyol dan mengajarkannya untuk pertama kali di sekolah-sekolah di Andalusia.
Guido, Murid Constantine Afrika
Soriano, seorang peneliti musik asal Spanyol, mengungkapkan fakta tentang Guido Arezzo. Pemusik yang dianggap sebagai penemu notasi musik itu mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang memuat temuan-temuan di bidang musik oleh ilmuwan Muslim.
Hunke, peneliti lain, menulis bahwa notasi abjad Arab yang membentuk notasi musik ditulis dalam Catalogna pada abad ke-11 dan diterbitkan di Monte Cassino, sebuah daerah di Italia yang pernah dihuni oleh komunitas Muslim dan tempat yang pernah disinggahi Constantie Afrika, ilmuwan Muslim asal Tunisia yang masuk ke Italia melalui Salerno. Salah satu ilmu yang diajarkan oleh Constantine Afrika kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Salerno adalah musik. Semua terjemahan yang dilakukan Constantine Afrika terhadap buku-buku temuan ilmuwan Muslim memang menjadi acuan para pelajar Eropa.
Apalagi, Constantine juga membuka kesempatan kepada mereka untuk belajar ke Spanyol, yang ketika itu sedang diramaikan oleh kuliah musik dengan guru besar para ilmuwan/musikus Muslim seperti Ziryab dan Ibn Farnes. Banyak pelajar lulusan sekolah musik di Spanyol berasal dari Italia, salah satunya adalah Gerbert Aurillac (wafat 1003), yang kemudian dikenal sebagai peletak dasar musik di negara-negara Eropa dan melahirkan banyak pakar musik Barat.
Untuk olah raga ini tidak asing lagi bagi kaum peria yaitu FUTSAL, futsal hampir sama seperti soccer tapi ahanya pemainnya,lapangannya dan ukuran bola nya yang berbeda. mau tau labih lanjut sejarahnya oke anr kasih tau deh...
Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi ?Sepak Bola dalam Ruangan. Menurut FIFA, asal Mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina.
Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsaldunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing Yaitu Negara Kanada dan Brasil.
Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, Peraturan Futsaljuga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia. Di Italia, futsal telah mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia. Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London.Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin.
Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984.
Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara.
Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia. Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal.
Sejarah Futsal di dunia
Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi ?Sepak Bola dalam Ruangan. Menurut FIFA, asal Mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina.
Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsaldunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing Yaitu Negara Kanada dan Brasil.
Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, Peraturan Futsaljuga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia. Di Italia, futsal telah mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia. Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London.Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin.
Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984.
Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara.
Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia. Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal.
Untuk postingan kali ini ane akan sharing kepada ente para pembaca bloger ane semuanya yaitu source code cara membuat kalkulator sederhana
menggunakan Visual Basic 6.

Source Code :
Option Explicit
Private hasil As Double
Private Const opNol = 0
Private Const opTambah = 1
Private Const opKurang = 2
Private Const opKali = 3
Private Const opBagi = 4
Private operator As Integer
Private NilaiBAru As Boolean
Private Sub hapus()
Dim txt As String
Dim min_len As Integer
txt = txtDisplay.Text
If Left$(txt, 1) = "_" Then
min_len = 2
Else
min_len = 1
End If
If Len(txt) > min_len Then
txtDisplay.Text = Left$(txt, Len(txt) - 1)
Else
txtDisplay.Text = "0"
End If
End Sub
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub
Private Sub Command10Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command11PlusMinus_Click()
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = "-"
ElseIf Left$(Text1Display.Text, 1) = "-" Then
Text1Display.Text = Right$(Text1Display.Text, 2)
Else
Text1Display.Text = "-" & Text1Display.Text
End If
End Sub
Private Sub Command12Koma_Click()
If InStr(Text1Display.Text, ".") Then
Beep
Else
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = "."
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = Text1Display.Text & "."
End If
End If
End Sub
Private Sub Command13Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub
Private Sub Command14Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub
Private Sub Command15Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub
Private Sub Command16Operator_Click(Index As Integer)
Command19SamaDengan_Click
operator = Index
NilaiBAru = True
End Sub
Private Sub Command17ClearEntry_Click()
Command17 ClearEntry = Clik
hasil = 0
operator = opNol
End Sub
Private Sub Command18Clear_Click()
Text1Display.Text = ""
End Sub
Private Sub Command19SamaDengan_Click()
Dim hasilbaru As Double
If Text1Display.Text = "" Then
hasilbaru = 0
Else
hasilbaru = CDbl(Text1Display.Text)
End If
Select Case operator
Case opNol
hasil = hasilbaru
Case opTambah
hasil = hasil + hasilbaru
Case opKurang
hasil = hasil - hasilbaru
Case opKali
hasil = hasil * hasilbaru
Case opBagi
'Tidak bisa dibagi nol
If hasilbaru = 0 Then
MsgBox "Tidak bisa dibagi 0", vbOKOnly + vbCritical, "Kalkulator Error"
Call Command18Clear_Click
Else
hasil = hasil / hasilbaru
End If
End Select
operator = opNol
NilaiBAru = True
Text1Display.Text = Format$(hasil)
End Sub
Private Sub Command1Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command2Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command3Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command4Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command5Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command6Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command7Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command8Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Command9Angka_Click(Index As Integer)
If NilaiBAru Then
Text1Display.Text = Format$(Index)
NilaiBAru = False
Else
Text1Display.Text = _
Text1Display.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
Private Sub Form_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
txtdisplay_keyup KeyCode, Shift
End Sub
Private Sub Text1Display_Change()
Text1Display.SelStart = Len(Text1Display.Text)
End Sub
Private Sub Text1Display_GotFocus()
Text1Display_Change
End Sub
Private Sub Text1Display_KeyPress(KeyAscii As Integer)
Dim ch As String
ch = Chr$(KeyAscii)
Select Case ch
Case "0"
commandAngka_Click 0
Case "1"
commandAngka_Click 1
Case "2"
commandAngka_Click 2
Case "3"
commandAngka_Click 3
Case "4"
commandAngka_Click 4
Case "5"
commandAngka_Click 5
Case "6"
commandAngka_Click 6
Case "7"
commandAngka_Click 7
Case "8"
commandAngka_Click 8
Case "9"
commandAngka_Click 9
Case "*", "x", "X"
cmdOperator_Click opKali
Case "+"
cmdOperator_Click opTambah
Case vbCrLf, vbCr, "="
cmdSamaDengan_Click
Case "-"
cmdOperator_Click opKurang
Case "."
cmdKoma_Click
Case "/"
cmdOperator_Click opBagi
Case "C", "c"
cmdClearEntry_Click
End Select
KeyAscii = 0
End Sub
Private Sub Text1Display_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
Select Case KeyCode
Case vbKeyNumpad0
cmdAngka_Click 0
Case vbKeyNumpad1
cmdAngka_Click 1
Case vbKeyNumpad2
cmdAngka_Click 2
Case vbKeyNumpad3
cmdAngka_Click 3
Case vbKeyNumpad4
cmdAngka_Click 4
Case vbKeyNumpad5
cmdAngka_Click 5
Case vbKeyNumpad6
cmdAngka_Click 6
Case vbKeyNumpad7
cmdAngka_Click 7
Case vbKeyNumpad8
cmdAngka_Click 8
Case vbKeyNumpad9
cmdAngka_Click 9
Case vbKeyMultiply
cmdOperator_Click opKali
Case vbKeyAdd
cmdOperator_Click opTambah
Case vbKeySeparator
cmdSamaDengan_Click
Case vbKeySubtract
cmdOperator_Click opKurang
Case vbKeyDivide
cmdOperator_Click opBagi
Case vbKeyDecimal
cmdKoma_Click
Case vbKeyBack, vbKeyDelete
hapus
End Select
KeyCode = 0
End Sub